Kecilkah Amanah Itu …

amanah
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-AlFal : 8 : 27)

Sahabat Luar Biasa, Ayat tersebut menunjukan arti penting sebuah amanah yang diemban oleh siapapun. Jika saya mengingat tausyiah dari seorang ustadz yang saat ini dimanahkah oleh Allah Di DPRD Kota Bandung ; Ir. Enrizal Nazar, beliau mengisyaratkan begitu besar pahala dan pertanggung jawaban yang harus kita pertanggung jawabkan baik kepada manusia yang telah memberi amanah tersebut, terlebih kepada Allah SWT Yang Maha menyaksikan.

Sahabat yang luar biasa, tiga unsur yang terkandung dalam ayat tersebut dimana kita harus senantiasa menjaganya adalah yang pertama; ketaatan pada Allah, kedua; ketaatan pada Rasul, dan ketaatan pada amanah yang dipercayakan pada kita.. Keterikatan yang ada dalam ayat di atas, yakni adanya Ketaatan pada Allah, rasul, dan Amanah yang kita lakukan merupakan syarat mutlak ketaatan tersebut dilaksanakan.

Syarat ketaatan kita pada amanah adalah kata yang ada dibelakangnya, yakni saat ketaatan kita pada amanah ini mutlak harus dilaksanakan, andaikata dicontohkan oleh Rasul SAW, dan disyariatkan oleh Allah melalui wahyu. Jika salah satu saja dilarang, dalam arti amanah yang kita jalani tidak sesuai dengan Apa yang Rasul contohkan atau Allah SWT tidak mensyariatkannya, maka kemutlakan kita dalam melaksanakan amanah yang ada itu menjadi gugur. Begitupun dengan konsekwensi yang kita dapatkan tatkala kita tidak menjalankan amanah yang ada, tatkala kita mengkhiananti amanah yang kita emban, otomatis kitapun telah berkhianat pada Rasul dan Allah SWT. Begitupun dengan ketidak amanahan kita pada Rasul; tatkala kita berkhianat pada Rasul sang Teladan, secara otomatis kitapun telah khianat pada Allah SWT.

Sebagai contoh, seorang anak yang diperintah oleh kedua orang tuanya. Taat kepada orang tua adalah kemutlakan yang harus dilakukan oleh seorang anak. Namun, taat tersebut harus dilihat dari sisi perintah yang diberikan oleh orang tuanya itu. Jika perintahnya tidak melanggar apa yang disyariatkan Allah serta terdapat contoh dari Rasul, maka anak tersebut harus melaksanakan perintah dari orang tua. Namun jika melanggar syariat atau Rasul sang panutan tidak mencontohkannya, maka kewajiban anak adalah menolaknya dengan cara yang baik untuk tidak melaksanakan apa yang diperintahkan.

Komitmen dan Konsisten kunci sukses menjalankan amanah

Komitmen merupakan kesungguhan kita dalam melaksanakan sekecil apapun aktivitas yang dilakukan. Artinya, dengan segenap hati, pikiran, dan tenaga kita berusaha semaksimal mungkin menjalankan tugas yang menjadi kewajiban kita. Sebuah amanah akan terlaksana jika diri kita menjaga komitmen ini. Namun demikian, menjaga komitmen tidaklah mudah! pasti banyak godaan dan hiburan yang melalaikan terhadap amanah yang sedang kita laksanakan. Oleh karena itu, perlu kunci yang kedua agar kita maksimal dalam menjalankan amanah ini, kunci tersebut adalah Konsisten.

Konsisten atau istiqomah adalah tetap teguh pendirian dalam rule atau peraturan yang telah ditetapkan. Tidak mudah berubah karena suatu iming-iming; apapun itu, atau tidak mudah goyah dan mengambil langkah yang lain karena permasalahan yang menimpa dirinya. Orang-orang yang istiqomahlah yang akan mendapatkan keindahan berjuang dalam hidupnya.

Sebagai contoh; orang indonesia sudah semestinya belajar dari orang Cina. Pelajaran yang dapat kita ambil yakni: kenapa orang cina menjadi kelompok yang dikenal sebagai orang yang sukses dan ulet dalam menjalankan bisnis? Salah satu kuncinya adalah karena mereka Komitmen dan konsisten dengan bisnis yang dijalaninya. mereka tidak mudah merubah keputusan untuk beralih pada bisnis yang memberikan keuntungan sesaat. Meski mereka belum mendapatkan keuntungan signifikan dari bisnis yang sedang dijalaninya. Orang-orang tersebut tetap sabar menjalani apa yang sedang mereka lakukan.

Rekan-rekan yang luar biasa, jika saja ketaatan kita ini kita selalu maksimalkan dengan komitmen diri dan konsistensi dalam menjalankannya, buka sebuah hal yang mustahil, bahwa suatu saat kita akan membuat sejarah yang luar biasa dalam hidup ini.

Mudah-mudahan dengan tulisan ini mengingatkan kita pada urgensi sebuah amanah. Dimanapun kita ditempatkan, apapun amanah itu, ringan atau berat amanah yang ada, kita tetap sungguh-sungguh menjalankan amanah itu hingga tuntas, dengan segenap potensi yang ada dalam diri kita.

Wallohu’alam bish-showwab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: